Pages

Minggu, 01 April 2012

BAB IV


MANUSIA SEBAGAI MAKHLUK INDIVIDU

DAN SOSIAL


                Apa itu manusia? Manusia adalah khalifah yang diturunkan oleh Tuhan di muka bumi dalam bentuk yang sebaik-baiknya untuk memakmurkan bumi. Manusia mempunyai kelebihan dari segi biologis dibandingkan dengan binatang, sebab manusia memiliki:
1.       Otak yang besar dan susunan saraf yang kompleks.
2.      Alat bersuara yang khas.
3.     Tangan dan jari-jari yang bebas digerakkan.
4.     Anggota badan lain yang memungkinkan manusia untuk berdiri tegak.

Empat segi biologis di ataslah yang menyebabkan manusia dikatakan sebagai makluk yang sempurna bila dibandingkan dengan makhluk Tuhan yang lain.
Beda manusia dengan makhluk lainnya adalah makhluk lain belajar sedikit sekali, sebagian besar dari yang mereka lakukan, mereka lengkapi dengan insting. Manusia memiliki ciri khas yang menyebabkan ia berbeda dengan makhluk lain. Manusia mempunyai profil pribadi yang unik. Itulah sebabnya budaya yang diciptakan manusia beraneka ragam.
Alam semesta beserta segala isinya merupakan hasil ciptaan dari sesuatu yang maha kuasa dan bukannya tercipta secara kebetulan.


4.1     Makna Manusia Seutuhnya
Manusia adalah makhluk tertingggi ciptaan Tuhan. Manusia tidak seperti makhluk yang lain yang diciptakan oleh Tuhan, yang hanya terdiri atas sedikit unsur saja. Mnausia memiliki unsur tambahan berupa “akal” dan “budi”.
4.1.1        Dari Tinjauan Teoretis (teori Darwin)
Charles Darwin mengatakan secara tegas bahwa “ manusia berasal dari evolusi makhluk di bawahnya”. Jadi, manusia berasal dari sejenis kera. Namun teori Darwin itu tidak dapat memberi penjelasan mengenai bagaimana proses perubahan hewan yang menyerupai manusia itu menjadi manusia sempurna. Oleh Karena itu, teori Darwin banyak diragukan orang.

4.1.2       Dari Tinjauan Keagamaan (Religius)
Manusia pertama ciptaan Tuhan adalah Adam, dari salah satu tulang rusuk Adam diciptakanlah Hawa sebagai jenis wanita. Dari kedua jenis manusia itulah maka berkembang manusia yang kini tersebar di seluruh dunia.


4.2   Kedudukan Manusia Sebagai Makhluk Tuhan
4.2.1       Makhluk Religi
Yaitu manusia sebagai makhluk yang cenderung beragama, karena manusia mempercayai adanya kekuatan yang prima di luar dirinya.

4.2.2     Manusia Berstatus Sebagai Makhluk Individu
Manusia memiliki kekhasan-kekhasan sendiri-sendiri. Tergantung pada bakat, kemampuan, dan kemauan lingkungan.

4.2.3    Manusia Sebagai Makhluk Sosial
Manusia yang senantiasa berhubungan dengan manusia lain dalam berinteraksi atau berkomunikasi untuk pemenuhan kebutuhan hidupnya.

4.2.4     Manusia Sebagai Makhluk Miliu
Yaitu makhluk berlingkungan alam atau makhluk ciptaan Tuhan yang peduli pada alam sekitarnya.

4.2.5     Manusia Sebagai Makhluk yang Percaya Kepada Causa Prima
Yaitu manusia yang percaya bahwa segala kehendak dan tindakan kita ini dikendalikan oleh-Nya, Tuhan.

4.3   Hakikat Manusia Sebagai Individu
Makhluk individu berarti makhluk yang tidak dapat dibagi-bagi, tidak bisa dipisahkan antara jiwa dan raganya. Pendapat lain bahwa manusia sebagai makhluk individu, tidak hanya dalam arti bahwa tiap-tiap orang merupakan pribadi yang khas menurut corak kepribadiannya. 


4.4   Hakikat Manusia Sebagai Anggota Keluarga
Manusia dilahirkan dari keluarga dan kelak akan membentuk keluarga. Keluarga adalah kelompok primer yang  terbentuk dari perhubungan individu laki-laki dan wanita, perhubungan yang sedikit banyak berlangsung lama untuk menciptakan dan membesarkan anak-anak.


4.5   Siapakah Masyarakat Itu?
Masyarakat adalah sekumpulan orang-orang yang bersatu dan disatukan oleh kebudayaan yang sama, atau sejumlah manusia dalam arti yang seluas-luasnya dan terikat oleh suatu kebudayaan yang dianggap sama.


4.6   Bermasyarakat dalam Berbagai Jenis Kehidupan yang Meliputi Jenis-Jenis Tatanan Hidup Berkelompok

4.6.1   Konsep Kelompok Sosial Budaya

1.       Lingkungan Sosial Budaya
Adalah sejumlah manusia yang hidup berkelompok dan saling berinteraksi secara teratur guna memenuhi kepentingan bersama.

2.      Bentuk Sosial Budaya
Artinya setiap kelompok sosial budaya mempunyai batas-batas yang telah ditentukan berdasarkan tipe kelompok yang membedakan dengan kelompok lain.
a.     Tipe berdasarkan kesamaan geografis
b.     Tipe berdasarkan ikatan perkawinan hubungan darah
c.      Tipe berdasarkan kepentingan yang sama
d.     Tipe berdasarkan keahlian profesional

3.        Cara Hidup Sosial Budaya
Artinya sikap, perbuatan, dan tujuan serta cara pencapaiannya sudah dipolakan oleh organisasi kelompok dalam seperangkat tuntunan atau pedoman tertulis yang disebut Anggaran Dasar dan Kode Etik.

4.        Tujuan Sosial Budaya
1.       Membentuk dan memelihara persatuan dan kesatuan hidup bersama secara tertib dan damai serta sejahtera dalam wadah kesatuan geografis.
2.      Membentuk dan memelihara kehidupan rumah tangga bahagia lahir dan batin dalam wadah ikatan perkawinan dan hubungan darah. 
3.     Mewujudkan kesejahteraan bersama, menghapus kemiskinan, membasmi penyakit masyarakat, dan mencegah tindakan tidak manusiawi dalam wadah kepentingan yang sama.
4.     Melayani kepentingan klien atau konsumen berdasarkan keahlian profesional dalam wadah organisasi profesi.

4.6.2  Kebutuhan Manusia
1.       Kebutuhan jasmani dan kebutuhan fisik
Adalah kebutuhan material yang berguna bagi perkembangan raga, kelangsungan hidup dan untuk bertahan hidup.

2.      Kebutuhan rohani atau kebutuhan kejiwaan
        Adalah kebutuhan yang berguna bagi perkembangan jiwa, intelektual, kesenian, dan ketakwaan kepada Tuhan.
a.     Pendidikan dan pelatihan
b.     Hiburan
c.      Kesenian
d.     Keagamaan
3.     Kebutuhan Biologis
        Adalah kebutuhan yang berguna bagi pengembangan keluarga dan kelangsungan generasi. Kebutuhan ini dipenuhi melalui proses perkawinan.

4.     Pemenuhan Kebutuhan
        Apabila ketiga kebutuhan dapat dipenuhi melalui masyarakat, berlakulah bahwa manusia adalah makhluk sosial.


4.7   Peranan, Status, Kepemimpinan, dan Kelompok
Kepemimpinan adalah kemampuan seseorang untuk mempengaruhi orang lain (yang dipimpin atau pengikut), sehingga orang lain tersebut bertingkah laku sebagaimana dikehendaki oleh pemimpin tersebut. Sebagai suatu proses sosial, kepemimpinan meliputi segala tindakan yang dilakukan oleh seseorang atau suatu badan yang menyebabkan gerak dari warga masyarakat.


4.8   Struktur dan Sistem Sosial

4.8.1   Struktur Sosial
a.  Pengertian
Struktur sosial adalah hubungan timbal balik antara posisi-posisi sosial dan antara peran-peran.

b.  Unsur-Unsur Struktur Sosial
1.       Kelompok-kelompok sosial
2.      Kebudayaan
3.     Lembaga sosial
4.     Stratifikasi sosial
5.     Kekuasaan dan wewenang

c.   Jenis-Jenis Stuktur Sosial
1.       Struktur Kaku dan Stuktur Luwes
2.      Struktur Formal dan Struktur Informal
3.     Struktur Homogen dan Struktur Heterogen
4.     Struktur Mekanis dan Statistik
5.     Struktur Kewibawaan dan Struktur Kerja Sama
6.     Struktur Atas dan Struktur Bawah

d.  Hubungan Struktur Sosial dengan Fungsi Sosial
Antara pengertian struktur sosial dengan fungsi sosial merupakan dua pengertian yang korelatif atau tidak dapat dipisahkan satu sama lain.

4.8.2  Sistem Sosial
Sistem sosial adalah seluruh kegiatan yang berupa tindakan dan dilakukan oleh seseorang, baik sebagai kelompok maupun sebagai individu dalam melakukan interaksi sesamanya.
           
            Masyarakat sebagai suatu sitem sosial memiliki ciri-ciri antara lain sebagai berikut: 
³  Adanya sejumlah orang yang tinggal dalam suatu daerah tertentu.
³  Mereka terlibat karena memiliki kepentingan bersama.
³  Dari hubungan itu, mereka membentuk suatu sistem hubungan antarmanusia.
³  Memiliki perasaan solidaritas dan perasaan berbagi rasa.
³  Mereka sadar bahwa di antara mereka, tergantung satu sama lain.

Unsur-unsur yang terkandung dalam masyarakat yang terdiri atas individu-individu yang tergabung dalam kelompok-kelompok sebagai berikut:
a.     Golongan sosial
b.     Kategori sosial
c.      Lapisan sosial

Kelompok Sosial
            Adalah suatu sistem sosial yang terdiri atas sejumlah orang yang saling berinteraksi satu sama lain dan terlihat dalam suatu kegiatan bersama.
1.       Masyarakat Paguyuban (ikatan batin anggota-anggotanya, ex: masyarakat desa)
2.      Masyarakat Patembayan (memiliki hubungan famili, ex: masyarakat di kota-kota besar/negara maju)

Perbedaan antara kelompok (group) dan masyarakat (society)
Kelompok ialah sekumpulan orang yang mempunyai perhatian yang sama tetapi tidak berinteraksi antara satu dengan lainnya. Sedangkan masyarakat ialah sekelompok orang, memiliki kebudayaan yang jelas, menempati wilayah tertentu, mempunyai perasaan persatuan.

Proses-Proses Sosial
            Adalah cara-cara berhubungan yang dapat dilihat apabila orang-perorangan dan kelompok-kelompok manusia saling bertemu dan menentukan sistem serta bentuk-bentuk hubungan tersebut.

            Bentuk-bentuk proses sosial:
1.       Sosialisasi
2.      Pengendalian sosial

1.       Masyarakat Kota
2.     Masyarakat Desa


4.9   Hakikat Masyarakat dan Makna Manusia sebagai Makhluk Sosial
a.  Makna Individu
Individu sebagai makhluk sosial berarti individu yang sedang mengadakan hubungan dengan alam sekitarnya, khususnya  masyarakat dalam hal ini dapat dikatakan manusia dengan sadar menghubungkan sikap, tingkah laku, dan perbuatannya dengan individu-individu lainnya sehingga terbentuk sesuatu kelompok yang besar. Individu terdiri atas dua dimensi, yaitu fisik dan psikis.
b.  Makna Keluarga
Keluarga merupakan kelompok primer yang paling penting dalam masyarakat. Keluarga dalam bentuk yang murni adalah suatu kesatuan sosial yang mempunyai sifat-sifat tertentu yang sama di mana saja dalam satuan masyarakat.
Fungsi keluarga menurut William F. O, yaitu:
1.       Fungsi Pelindung
2.      Fungsi Ekonomi
3.     Fungsi Pendidikan
4.     Fungsi Rekreasi
5.     Fungsi Agama

c.   Makna Masyarakat
Syarat-syarat suatu masyarakat:
1.       Harus ada pengumpulan manusia dan harus banyak.
2.      Telah bertempat tinggal dalam waktu yang lama dalam suatu daerah tertentu.
3.     Adanya aturan atau undang-undang yang mengatur mereka untuk menuju kepada kepentingan dan tujuan bersama.


4.10         Fungsi dan Tugas Manusia Sebagai Makhluk Sosial
a.     Fungsi Manusia dalam Masyarakat
Manusia harus mampu mengembangkan kemampuan dan potensi berkreasi serta menemukan inovasi yang tidak sama antara satu dengan yang lain. Juga masyarakat berfungsi sebagai penyusun masyarakat itu sendiri.

b.     Tugas Manusia dalam Masyarakat
Manusia bertugas sebagai pembentuk pelaku dan pemakai masyarakat itu sendiri. Manusia juga bertugas dalam menjaga dan melestarikan kesepakatan yang diambil oleh masyarakat.

c.      Masyarakat sebagai Wadah Pemanusiaan Individu
Dengan adanya masyarakat justru individu-individu akan menyadari bahwa dirinya memerlukan orang lain untuk menolongnya. Dengan hidup di masyarakat, manusia akan menjadi manusia seutuhnya. 

d.     Tugas Keluarga Membina Individu sebagai Makhluk Sosial
Keluarga bertugas menjadikan anak-anaknya sebagai wahana atau tempat pembentuk kepribadian individu, karena anak-anak merupakan generasi penerus. Sehingga individu-individu dalam keluarga tahu budaya atau peraturan apa saja yang ada di masyarakat.

e.     Individu sebagai Anggota Keluarga
Individu memiliki relasi mutlak dengan keluarga. Dia dilahirkan dari keluarga, tumbuh dan berkembang untuk kemudian membentuk sendiri keluarga batinnya.

f.       Individu sebagai Anggota Masyarakat
Masyarakat adalah suatu kelompok manusia yang telah memiliki tatanan kehidupan, norma-norma, adat-istiadat yang sama-sama ditaati dalam lingkungannya.


4.11  Perubahan dan Stratifikasi Sosial    

4.11.1  Stratifikasi Sosial
a.  Pengertian Stratifikasi Sosial
Menurut Pitirim A. Sorokin stratifikasi sosial adalah ciri yang tetap dan umum pada setiap masyarakat yang hidup teratur.

b.  Unsur-Unsur dalam Stratifikasi Sosial
1.    Status
a.     Status yang diperoleh (Ascribed Status)
b.     Status yang diraih (Achieved Status)

2.   Peran (Role)
Peran adalah pelaksanaan hak-hak dan kewajiban sesuai dengan kedudukan dan status seseorang.

c.   Terjadinya Stratifikasi Sosial dan Fungsinya
1.    Terjadinya Stratifikasi Sosial
a.     Terjadi secara alamiah atau dengan sendirinya
b.     Terjadi karena bentukan untuk mencapai tujuan bersama.

2.   Fungsi Stratifikasi Sosial
a.     Menjelaskan kedudukan seseorang pada tempat-tempatnya dalam masyarakat.
b.     Terjadinya distribusi penghargaan (memberi imbalan kepada yang melaksanakan tugas dengan baik dan menghukum yang tidak atau kurang baik).
c.      Terjadinya ketertiban dan penertiban sosial yang terlembagakan dalam masyarakat.
d.     Dasar-dasar Stratifikasi Sosial
1.       Ukuran Kekayaan
2.      Ukuran Kekuasaan
3.     Ukuran Kehormatan
4.     Ukuran Ilmu Pengetahuan

e.     Sistem Stratifikasi Sosial
1.       Stratifikasi sosial terbuka
2.      Stratifikasi sosial tertutup
3.     Stratifikasi Campuran

f.       Bentuk-Bentuk Stratifikasi Sosial
1). Stratifikasi berdasarkan Kriteria Ekonomi
     a) Kelas Sosial Atas
     b) Kelas Sosial Menengah
     c) Kelas Sosial Bawah

2). Stratifikasi berdasarkan Kriteria Sosial
Dibedakan berdasarkan kelompok tingkatan sosial berdasarkan status sosialnya.  

3). Stratifikasi berdasarkan Kriteria Politik
a) Kelompok lapisan atas elite kekuasaan (kelompok 
           dominan/penguasa)
  b) Kelompok lapisan bawah (massa)

4). Stratifikasi berdasarkan Kriteria Pekerjaan

5). Stratifikasi berdasarkan Kriteria Kehormatan

6). Stratifikasi berdasarkan Kriteria Budaya Suku Bangsa

g.     Pengaruh Stratifikasi Sosial dalam Kehidupan Masyarakat
a)     Terjadinya Hierarki dalam Berbagai Struktur Sosial
b)    Munculnya Lambang-Lambang Status Sosial
c)     Penindasan oleh Segmen-Segmen Besar dalam Masyarakat 

0 komentar:

Poskan Komentar